Amerika Serikat (AS) menangguhkan kepatuhannya dengan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
Pertemuan itu dikabarkan akan digelar tepat pada saat Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un untuk membahas isu nuklir.
Haspel, mengatakan, Iran telah berkomitmen mematuhi JCPOA. Tapi kemungkinan para pemimpin Iran sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang akan mengurangi kepatuhan terhadap penjajian bersejarah itu.
China mengkonfirmasi akan menyelenggarakan pertemuan resmi kekuatan nuklir utama pada Rabu mendatang, sebuah diskusi pertama dalam dua tahun.
Pejabat energi Iran mengakui bahwa Teheran gagal memenuhi prasyarat penting dari perjanjian nuklir 2015.
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, berencana untuk membangun dua reaktor nuklir untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak untuk pembangkit listrik.
Insinyur Iran telah menguasai teknologi nuklir dan industri ini tidak tergantung pada negara lain.
Uni Eropa dan bahkan tiga pihak Eropa dalam perjanjian (nuklir) dengan Iran adalah tawanan dan sandera bagi ekonomi Amerika
Kepada wartawan di Washington DC, pasangan Melania itu mengatakan, "dialog yang baik" sedang berlangsung dengan Korea Utara, tetapi sanksi terhadap Pyongyang akan tetap ada.
Korea Utara akan menempuh cara baru jika Amerika Serikat mempertahankan sanksi terhadap negara bersenjata nuklir tersebut.