Nandang mengungkapkan, ketiga terduga tersebut merupakan alumni Jurusan Pariwisata, Komunikasi dan Administrasi Negara Univeritas Riau pada tahun angkatan 2002 hingga 2005.
Selain empat bom rakitan, dia mengungkapkan, polisi juga turut menyita sejumlah bahan peledak lainnya. Menurut Nandang, bahan-bahan peledak tersebut sangat sensitif.
Sedikitnya tiga kantong plastik serta sejumlah tas `goodie bag` disita oleh Tim Gegana Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau.
Polisi mengamankan sejumlah barang dari tiga lokasi penggeledahan untuk dijadikan barang bukti oleh jajaran Densus 88 Anti Teror.
Dari penangkapan ini, anggota menemukan beberapa komponen bahan peledak dan bom yang sudah dirakit untuk siap diledakan.
Negara dinilai sudah hadir mengatasi berbagai aksi terorisme di tanah air. Aksi teror beruntun di Markas Mako Brimob, Depok dan pemboman tiga gereja di Surabaya, sudah diatasi dengan baik oleh aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Densus 88, Gegana, BNPT, dan BIN.
Tito memastikan, pihaknya terus memburu para teroris. Karena itu, Tito sejauh ini belum dapat mengungkapnya secara detail.
Tim Densus yang tiba di lokasi segera memasuki rumah yang tampak sepi dan dalam hitungan menit
Pelaku mengenakan mobil Honda Brio warna perak bernomor polisi F 1614 UZ yang diikuti petugas sejak wilayah Sukabumi.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi teror menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.