Lebih dari 1,4 juta warga Korea Utara telah secara sukarela bergabung atau mendaftar kembali di militer untuk berperang melawan Seoul dan Washington.
Laporan tersebut juga menyertakan foto orang menunggu dalam antrean panjang untuk menandatangani nama mereka di lokasi konstruksi dan tempat luar ruangan lainnya.
Foto-foto yang dirilis pada hari Jumat oleh media pemerintah negara itu menunjukkan Kim Jong Un menyaksikan peluncuran bersama putrinya.
Senjata itu terbang menuju perairan timur Semenanjung Korea setelah diluncurkan dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang, sekitar pukul 7.10 pagi, kata militer dalam sebuah pernyataan.
Militer Korea Selatan dalam keadaan siaga tinggi dan mempertahankan postur kesiapan penuh di bawah koordinasi erat dengan AS.
Bamsoet Dukung Kerjasama Indonesia-Korea Untuk Pengembangan Kampus UNPERBA
Latihan tersebut membuat marah Korea Utara, yang memandangnya sebagai latihan untuk invasi.
Pada Senin (13/3), pasukan Korea Selatan dan AS dijadwalkan untuk memulai latihan bersama selama 11 hari, yang dijuluki "Perisai Kebebasan 23".
Media negara juga menunjukkan putri kecil Kim duduk di sofa saat dia menonton pertunjukan Kamis malam, yang digambarkan sukses.
Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan bahwa pihaknya "mendeteksi peluncuran satu rudal balistik jarak pendek dari kota pelabuhan Nampo di barat Korea Utara pada pukul 18:20 (17:20, Waktu Singapura)".