Perguruan tinggi kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada semester gasal tahun akademik 2021/2022. PTM terbatas yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat tersebut juga dikombinasikan dengan pembelajaran daring (hibrida).
Satgas meminta pihak sekolah berhati-hati menjaga anak didik dari penyebaran Covid-19.
Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Agustinus Purna Irawan, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan, di antaranya pengisian survei, hingga pendataan mahasiswa dan dosen yang sudah menerima vaksinasi Covid-19.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pembelajaran tatap muka memang diharapkan mampu menekan ancaman learning loss terhadap para pelajar.
Keselamatan siswa, guru dan lingkungan sekolah adalah hal yang pertama dan utama. Jadi sekolah yang belum memenuhi syarat jangan mencuri start PTM karena hanya akan membahayakan keselamatan siswa.
Wapres menyampaikan bahwa PTM terbatas sangat penting dilakukan karena tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mendesak pemerintah daerah (pemda) mempercepat vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, di wilayah PPKM level 1-3.
Iman mengaku, dalam kunjungan ini pihaknya juga menerima berbagai masukan dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan PTM di Ibu Kota.
PTM terbatas merupakan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan pendidikan saat ini. Hanya bagaimana nanti di lapangan agar tidak terjadi efek apapun.