Nazemi mengatakan situs web di balik kebocoran itu, yang dikenal sebagai Shekar diidentifikasi melalui server penyedia layanan internet utama di Iran yang menjadi tuan rumah situs web tersebut.
Surat edaran tersebut dibatalkan setelah muncul telegram dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Nomor: T.422.3/666/OTDA
Komjen Listyo menyebut tujuan penerbitan surat telegram ini untuk menjelaskan tindakan yang harus dihindari guna mencegah korupsi.
Saluran itu diketahui milik kelompok anti-Iran, monarkis, separatis, dan sekte-sekte baru
Idham menerbitkan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor : STR/817/V/PAM.3.3./2018 tertanggal 13 Mei 2018 mengenai perintah kesiapsiagaan personel jajaran Polda Metro Jaya.
Facebook diblokir sejak Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Iran untuk kali kedua.
Layanan daring yang dimanfaatkan oleh 40 juta pengguna itu dianggap membahayakan keamanan nasional.
Kebijakan pemerintah Rusia memblokir aplikasi perpesanan Telegram menuai protes.
Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri dengan cepat mengikutinya dan juga mengumumkan keputusan untuk menutup akun Telegram pribadinya. (AA)