Bulan lalu Presiden AS Donald Trump mengklaim kelompok ISIS telah dikalahkan di Suriah. Karena itu, dia memutuskan penarikan seluruh pasukan.
Israel meningkatkan serangan di Suriah sebagai bagian dari upayanya untuk melawan Iran, yang mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang yang meletus pada 2011.
Mike Pompeo menyampaikan kritik pedas terhadap kebijakan Timur Tengah di bawah mantan presiden Barack Obama. Pompeo bahkan menyalahkan pemerintah Amerika sebelumnya atas perluasan kekuatan Iran di wilayah itu dan kebangkitan ISIS di Irak dan Suriah.
Amerika Serikat (AS) tidak akan menarik pasukannya dari Suriah, karena harus berpisah dengan pejuang Kurd.
Di tengah hubungan yang mencairkan antara pemerintah Suriah dan dunia Arab, Inggris telah membantah laporan bahwa pihaknya bermaksud untuk membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus.
Pompeo menjelaskan, penarikan pasukan AS dari Suriah tidak akan merusak pertempuran melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai kelompok ISIS).
Saat jumpa pers di Turki, Bolton tiba-tiba membatalkannya dan meninggalkan Turki tanpa bertemu Erdogan. Sikap itu merupakan penolakan atas pertikaian tentang para pejuang Kurdi.
Presiden membela diri atas kritik yang diterimanya, mengatakan bahwa AS akan pergi dengan kecepatan yang wajar.
Pemulangan pasaukan Amerika Serikat (AS) dari timur laut Suriah akan dilakukan dengan cara yang "benar-benar menjamin" keamanan Israel.
295.000 warga Suriah, yang melarikan diri dari perang saudara di negara mereka, telah kembali ke rumah dari Turki pada tahun 2018.