295.000 warga Suriah, yang melarikan diri dari perang saudara di negara mereka, telah kembali ke rumah dari Turki pada tahun 2018.
Sebuah rudal yang ditembakkan oleh pejuang dari kelompok militan Negara Islam (ISIS) melukai dua tentara Inggris dan menewaskan seorang pejuang Kurdi
AS memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak memanfaatkan keluarnya pasukan AS di wilayah itu untuk mengembangkan dan menggunakan senjata kimia.
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) melaporkan sebanyak 7.706 orang menjadi korban praktik penangkapan semena-mena di seluruh wilayah di Suriah sepanjang tahun 2018.
Trump secara langsung mengkonfirmasi kepada wartawan, ia belum pernah menetapkan jadwal apa pun untuk menarik 2.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Suriah di tengah pertempuran melawan gerilyawan ISIS.
Hingga saat ini, AS belum mengumumkan peta jalan untuk penarikan pasukan
Tak hanya bagi warga AS, imbauan ini juga berlaku kepada para pasukan militer AS, yang saat ini sedang berada di Suriah dan Afganistan.
Media AS mengutip pejabat militer, melaporkan, penarikan itu akan dilakukan dalam 30 hari.
Para pengungsi Suriah kembali ke tanah air mereka setelah operasi anti-teror Turki membersihkan kota kelahiran mereka dari para teroris.
Juru bicara Kepresidenan Turki menyebut bahwa teroris YPG / PKK di Suriah tidak bisa menjadi sekutu AS setelah Senator AS Lindsey Graham