Sejumlah elite Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura. Benarkah pemecatan OSO atas dorongan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto?
Sejumlah elite Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum (Ketum) Partai Hanura. Apa sebenarnya alasan pemecatan OSO?
Petinggi Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum (Ketum) dan sekaligus menunjuk Waketum Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryanto sebagai Plt Ketum.
Pengurus DPP Partai Hnaura melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umumnya Oesman Sapta Odang (OSO). Hanura akan memecat OSO sebagai Ketum.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, AM Fatwa masih melakukan komunikasi dengan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO).
Intervensi asing itu menurut Oso dilakukan untuk merebut kekayaan alam.
Ketua DPD Oesman Sapta Odang mengatakan suatu organisasi kemasyarakatan akan berkembang pesat jika terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika.
Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) dan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengenang ketika masa-masa muda.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiwa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) merupakan masa kebangkitan generasi muda Indonesia.
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) menyerukan bahwa ideologi Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.