Wakil Ketua MPR Mahyudin tidak percaya adanya kecurangan dalam kontestasi Pilpres 2019. Ia meyakini kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu serentak 2019.
Kalau semua proses ikhiar sudah dilakukan, lanjut Bakir, maka apa pun hasilnya harus diterima dengan legowo.
"Acara ini merupakan ekspresi rasa syukur. Insya Allah, kerja keras parpol, relawan, dan rakyat, Insya Allah memenangkan Pak Jokowi-Ma`ruf 55 persen walau kita menunggu keputusan final KPU," kata Karding.
"Sabar, tenang jangan kebelet. Kita menunggu KPU," ujar Ngabalin.
Ketum GP Ansor memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petugas penyelenggara pemilu di lapangan yang bekerja secara serius tanpa kenal lelah.
Berdasarkan hasil real count yang dimuat di sistem Informasi Penghitungan Suara KPU, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma`ruf Amin masih unggul sementara dari Prabowo-Sandiaga.
Zulkifli Hasan juga mengajak kepada semua pihak untuk bersabar dalam demokrasi. Menurutnya bangsa ini mempunyai sistem penghitungan suara yang ditentukan dan diputuskan oleh KPU
"Kenapa kita tidak menyatakan sudah menang? Karena kita menghormati aturan. Aturannya yang berhak menyatakan menang atau tidak menang itu KPU berdasarkan real count," ujar Kiai Ma`ruf.
TGB mengatakan, tak adanya deklarasi kemenangan, karena Jokowi sangat menghormati kewenangan KPU.
Erick mengajak semua pihak menunggu keputusan resmi dari KPU. Yang pasti, Jokowi telah jelas mengatakan bahwa pemilu sudah berjalan dengan baik, sehingga mari semua satukan bangsa kita lagi.