Tenggat 60 hari yang diberikan Iran kepada Eropa untuk memenuhi kewajibannya pada kesepakatan nuklir 2015 berakhir pada 8 Juli 2019
pertemuan yang diminta AS dijadwalkan akan difokuskan pada kebijakan Iran melampaui batas 300 kg cadangan uranium yang diperkaya rendah, seperti diatur pada JCPOA.
Teheran akan menaikkan batas 3,67 persen ke tingkat mana pun yang mungkin diperlukan untuk perdamaian.
Iran mengambil tindakan pembalasan untuk mendorong Uni Eropa tak hanya memberikan dukungan lisan.
Dalam fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap figur calon anggota DEN, Komisi VII DPR sempat mengemukakan pertanyaan seputar dampak yang mungkin terjadi dari penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Teheran belum bernah benar-benar berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir.
Sanksi Amerika Serikat (AS) yang menyasar pejabat tinggi Iran secara permanen menutup hubungan diplomasi antara kedua belah pihak.
Bumi akan memotong sejumlah besar meteor, termasuk beberapa yang cukup besar untuk menghabisi sebuah kota besar dengan kekerasan senjata nuklir.
Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menggambarkan langkah Negeri Para Mullah itu sebagai pemerasan nuklir.
Kebijakan itu merupakan langkah terbaru Teheran untuk meningkatkan tekanan terhadap Eropa, yang mencoba menyelamatkan pakta nulir 2015.