China menegaskan kembali bahwa Beijing sangat menetang sanksi sepihak Washington terhadap Iran.
Iran menegaskan, tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington hingga Paman Sam mengubah perilakunya terhadap Republik Islam.
Zarif bersikeras Iran bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan menuduh AS, yang baru-baru ini menambah militernya di Timur Tengah, menyebabkan ketegangan regional dan melukai rakyat Iran.
Putusan pengadilan Prancis bermotivasi politik dan bertentangan dengan prinsip-prinsip perjanjian nuklir Iran serta aturan internasional lainnya.
Pemerintahan Trump juga memperingatkan adanya indiksi yang menunjukkan Iran sedang berencana menyerang pasukan AS dan sekutunya.
Clinton mengkritik keputusan secara sepihak Trum menarik diri dari perjanjian nuklir.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan ketidaksetujuannya dengan implementasi perjanjian nuklir 2015.
Pernyataan Kocijancic muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan cuitan di media sosial yang terkesan mengancam.
Trump bersedia terlibat dalam negosiasi dengan Iran, jika Negeri Para Mullah itu sudah siap di tengah tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.
Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk berbicara kepada Teheran dengan hormat.