Peningkagan ini berdasarkan data hasil pencapaian pada 2019-2020 yang mengalami peningkatan yang luar biasa, terutama peningkatan untuk produk domestik bruto (PDB).
Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah memperkirakan ekonomi Indonesia menuju ambang resesi pada kuartal III-2020 dengan pertumbuhan Product Domestic Bruto (PDB) dalam rentang minus 3,6 sampai minus 2,9 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa PDB sektor pertanian pada triwullan II 2020 tumbuh sebesar 16,2 persen jika dibading kuartal sebelumnya (QoQ).
Produk domestik bruto (PDB) global diperkirakan turun 4,9% tahun ini akibat "Penguncian Besar." Kemudian pertumbuhan akan mulai melonjak tahun depan sebesar 5,4%.
Hingga hari ini produksi pangan relatif aman, dan ekspor pertanian masih bertumbuh positif, dimana kontribusinya terhadap PDB pun masih positif.
Kontribusi UMKM sebesar 60% terhadap PDB dan menyerap tenaga kerja hingga 97% sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang saat ini naik tajam.
Pertumbuhan bulan ini terjadi pelambatan karena terjadi pergeseran di musim panen raya yang biasanya jatuh pada bulan Maret seperti pada tahun 2019 lalu.
Potensi sektor UMKM bisa mendorong pertumbuhan ekonomi atau PDB nasional, Namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pertumbuhan ekonomi itu bisa melesat sehingga tidak stagnan di sekitar 5 persenan yaitu dengan mendorong UMKM naik kelas
Medis yang saat ini menyumbang 15-20 persen dari produk domestik bruto (PDB), berpotensi menjadi penyokong masa depan Kroasia.
Pertumbuhan di Triwulan II tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kinerja sektor pertanian berjalan dengan baik