YKPI menyadari upaya pencegahan dan pengendalian kanker payudara di Indonesia, perlu dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Puluhan peserta dari lingkungan Kemenkes, mulai dari pegawai, petugas kantin, hingga petugas keamanan wanita berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 70 peserta terdiri Penyintas Kanker Payudara, Relawan YKPI, Organisasi Masyarakat, Masyarakat Umum serta Tenaga Kesehatan dari puksesmas dan rumah sakit.
Berdasarkan catatan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pimpinan Linda Gumelar, perempuan Indonesia paling banyak yang mengidap kanker payudara
dr. Walta Gautama, Sp.B (K) Onk menjelaskan, penyebab akutnya kanker payudara pada laki-laki disebabkan oleh dinding payudara yang lebih tipis
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) tak henti-hentinya menyuarakan kepada masyarakat melakukan deteksi kanker sejak dini, sehingga diharapkan menekan angka kanker di Indonesia.
Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas.
Berdasarkan data dari Globacan 2018 angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi, sekitar 42,1 persen.
Kegiatan tersebut bertujuan mengajak seluruh masyarakat berjuang melawan penyakit kanker payudara, juga memperingati bulan peduli kanker payudara internasional.
Kepada awak media, Linda menjelaskan bahwa saat ini jumlah pengidap kanker payudara rata-rata 125 dari 100.000 penduduk. Sementara hasil penelitian di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dari seluruh pasien kanker, 40 persen di antaranya kanker payudara.