dr. Sonar menerangkan kanker payudara membutuhkan waktu belasan hingga puluhan tahun sebelum akhirnya mengubah sel-sel normal menjadi sel-sel ganas.
Faktor keturunan ini, lanjut dr. Bob, menyumbang 15-20 persen dari seluruh kasus kanker payudara. Dan umumnya terjadi di bawah usia 50 tahun.
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) meluncurkan kampanye penerapan protokol kesehatan bertajuk `YKPI Peduli`, pada Jumat (17/7) di sela-sela kegiatan serial webinar kanker payudara.
Ahli onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Bayu Brahma, SpB(K)Onk menyebut peluang terkena Limfedema tetap ada pasca 20 tahun menjalani operasi kanker payudara.
Kasus Limfedema atau lengan bengkak kerap kali menimpa pasien kanker payudara, pasca menjalani operasi maupun radiasi. Namun penyakit yang menyerang sistem kelenjar getah bening tersebut sering terlambat ditangani.
Masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap Covid-19, atau berada di lingkungan keluarga pengidap Covid-19, disarankan untuk menunda pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dengan metode mammografi.
Selain dapat mencegah kemungkinan kanker payudara stadium lanjut, praktik Sadari yang dapat dilakukan di rumah masing-masing juga menjadi bentuk perhatian perempuan terhadap kesehatan payudaranya.
Danang memaparkan, setelah luka insisi sembuh biasanya kulit akan terasa keras dan kaku. Untuk memperbaikinya, alumnus fakultas kedokteran Universitas Indonesia itu menganjurkan penggunaan mild lotion yang mengandung vitamin E atau lanolin.
Proses kemoterapi dalam pengobatan kanker kerap kali menyisakan masalah baru, yakni kulit kering dan pecah. Tentu saja, hal ini membuat sebagian perempuan khususnya pasien dan penyintas kanker payudara tidak percaya diri.
Menurut Ririn, selagi tidak berlebihan, kandungan yang terdapat pada tahu dan tempe justru dibutuhkan oleh tubuh sebagai alternatif untuk memperoleh protein hewani, di saat daging merah berlemak dan daging olahan harus dihindari.