Saling lempar tanggung jawab antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian PAN-RB, Tjahjo Kumolo terkait 75 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan menuai kritik dari kalangan dewan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baiturahman MPR/DPR/DPD RI Suratna menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim dari pegawai seperti cleaning service dan pegawai taman di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.
Yudi mengatakan bahwa salah satu pertanyaan janggal saat diwawancara adalah soal pengucapan selamat hari raya kepada umat beragama lain.
Tjahjo mengatakan bahwa itu merupakan urusan internal KPK sendiri.
Asesmen TWK itu dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN
Asesmen TWK yang diselenggarakan pada 18 Maret hingga 9 April 2021 tersebut dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN
Kalangan dewan meminta kesekjenan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk transparan ke publik soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan lembaga tersebut sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Berdasarkan informasi terdapat 75 pegawai KPK, termasuk Novel yang disebut tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Mereka terancam gagal alih status menjadi ASN.
Kurnia mengatakan bahwa sinyal untuk tiba pada kesimpulan itu terlihat secara jelas dan runtut. Hal itu dimulai dari merusak lembaga antirasuah dengan UU KPK baru.
Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengklaim belum membuka data perihal pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan di BKN.